Mbah Moen Kembali ke Allah Sebagaimana Keinginanya

  • Bagikan
15502942225c679ccea8339
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–Mungkin sebagian rakyat masih ingat akan berita ketika ulama kharismatik yang sering disebut Kiyai Langitan KH Maimoen Zubair atau Mbah Maimoen/Mbak Moen, berpamitan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci?

Ya…ternyata beliau bukan hanya pamit untuk berhaji, namun “pamit” untuk selama-lamanya. Pamit dari alam fana ini.

DomaiNesia

Setelah sempat dirawat di RS An-Nur Mekkah, sekitar pukul 03.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 07.00 WIB, Selasa (6/8/2019), Mbah Moen meninggal dunia dalam usia 90 tahun,

Sesuai permintaan gurunya, Syech Muhammad Almaliki, almarhum dimakamkan di Pemakaman Ma’la.

Berita duka wafatnya KH Maimoen Zubair ini begitu cepat menyebar melalui pesan singkat (SMS) maupun medsos sejak pagi tadi.

Baca Juga:  BPH Migas Pertegas Alur Sub Penyalur BBM

Di Mekkah, ribuan jemaah haji, khususnya asal Jawa Timur ,berdatangan ke RS An-Nur. Begitu juga dengan Menteri Agama RI Lukman Saefuddin yang juga sedang berada di RS Annur. Ustad Maulana, Ustadz Solmed, yang sama-sama melaksanakan ibadah haji pun datang ke RS An Nur.

Di Tanah Air, kabar duka ini juga merebak cepat. Berbagai berita, foto, dan video terkait Mbah Moen mengisi halaman-hlaman WAG, IG, dan FB.
Tak hanya video, juga berbagai statement Mbah Moen diposting di berbagai medsos.

“Kata-kata terakhir Mbah Moen ke murid2nya, “Ndok, Habaib itu jangan dikatai-katai, darah mereka ada darah Rasulullah, Habib Rizieq itu wali, jangan dimusuhi, coba saya tanya siapa yg bisa panggil 7 juta orang di monas kalo bukan wali”. Demikian tulisan Dr. Abdi Kurnia Johan yang cukup viral.
Demikian juga pesan-pesan Mbak Moen kepada para santri viral di medsos.
Kesedihan dan duka cita muncul berantai di Tanah Air. Ini terungkap dari berbagai ucapan duak cita dan doa kepada almarhum.

Baca Juga:  Idul Fitri Jatuh pada Minggu , 24 Mei 2020

Dilaporkan juga, hingga pukul 09.30 WAS, cuaca di kota Mekkah adem dan mendung. Terlebih saat mobil ambulan yang membawa Jenazah berjalan menuju Kantor Daerah Kerja (Daker) PPIH Mekkah.

Informasi yang dihimpun, jenazah Mbah Maimoen disalatkan di Masjidil Haram usai salat zuhur, lalu dimakamkan di Pemakaman Ma’la, tidak jauh dari Masjidil Haram.

Hal ini sesuaidengan permintaan gurunya, Syech Muhammad Almaliki.

Meskipun, sebagaimana dikatakan keluarga dekat almarhum, pemerintah Indonesia siap menjemput dan membawa jenazah Mbah Maimoen ke Indonesia.

Menurut Ustad Solmed Mbah Moen meninggal dunia saat hendak melaksanakan salat tahajud. Setelah berwhudu almarhum tidak sadarkan diri lalu dibawa ke Rumah Sakit An Nur, Mekkah, Arab Saudi. “Setelah dibawa ke rumah sakit, beliau wafat kurang lebih jam 4.17 waktu Saudi jelang subuh,” kata ustad Somed. (DBS)

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan