Pengamat: Ridwan Hisjam Cocok Jadi Ketua MPR

  • Bagikan
Hisyam 1
Cloud Hosting Indonesia

Hisyam 1 333x227JAKARTA, SRIBERNEWS.COM – Rapat paripurna digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019). Dalam rapat itu disepakati pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akan digelar pada Kamis (3/10/2019) besok. 

Hingga saat ini, dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh pimpinan sementara MPR yakni Abdul Wahab Dalimunthe belum menemukan titik jelas siapa yang akan mengisi kursi Ketua MPR RI tersebut.

DomaiNesia

Disiai lain, partai politik terus melakukan lobi-lobi untuk memutuskan siapa yang pantas menempati kursi itu. Sementara untuk wakil ketua, semua partai sudah mendapat jatah.

Menanggapi hal tersebut, Direktur ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan, ini adalah sebuah proses mekanisme yang ada di dalam Lembaga MPR sendiri.

“Apa yang terjadi hari ini disidang pimpinan dewan MPR RI, Ini adalah bagian dari proses mekanisme. Sehingga tidak menemukan titik kejelasan soal siapa yang menjadi pimpinan,” kata Iskandarsyah, di Jakarta, Rabu (2/9/2019).

Baca Juga:  Pemkot Jakut Stop Operasi 18 Kendaraan Pengangkut Pemudik

Apalagi, kata Iskandar, berita hari ini menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan dukungan terhadap Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Terkait dengan pencalonan Bamsoet sebagai ketua MPR, politisi dari Gerindra Ahmad Mujani menyatakan sikap bahwa Ketum Gerindra Prabowo Subianto menginginkan Gerindra menjadi pimpinan di MPR.

Menurut Iskandar, dukung mendukung merupakan hal biasa dalam kancah politik. Tetapi ia mengingatkan dalam mekanisme pemilihan Pimpinan MPR mempunyai mekanisme yang berbeda dengan DPR RI. 

“Kalau DPR jelas pimpinan DPR adalah pemenang pertama kursi terbanyak. Sedangkan di MPR sudah berbeda mekanisme pemilihannya, yaitu diutamakan melalui musyawarah mufakat. Apabila deadlock, jalan terakhir adalah voting,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iskandar melihat ada dinamika dalam pemilihan Calon Ketua MPR ini.

Menurutnya, ada elit-elit partai yang kurang cocok dengan nama-nama yang dicalonkan oleh Golkar dan juga Gerindra.

Baca Juga:  Di tengah PPKM Darurat, 20 TKA China Masuk ke Indonesia

“Kelihatan di nama-nama yang diajukan partai menjadi pimpinan MPR ini ada kurang nyaman yang dirasakan oleh pimpinan partai lain, akhirnya hingga hari ini belum bisa diputuskan siapa yang akan menjabat ketua MPR,” ucapnya.

Iskandar juga menduga ada yang kurang nyaman dengan lobi-lobi politik yang dilakukan oleh elit partai. Dimana terkesan menjadi berkubu-kubu.

“Saya melihat, dari pengamatan politik saya. Mulai adanya lobi di dalam yang membuat beberapa partai tak nyaman. Pernyataan Surya Paloh dan Ahmad Mujani itu menambah panas suhu politik pasca pilpres lalu. Ini seperti terlihat ada kubu 01 02,” ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, perlu dimunculkan nama-nama baru dari kedua belah pihak. Maksudnya, yng bisa diterima dari dua kubu tersebut. Terutama tokoh lain di Partai Golangan Karya.

“Oleh karena itu saya memberikan saran supaya ada tokoh atau figur lain yang diajukan terutama dari partai Golkar. Apalagi Golkar adalah gudangnya tokoh-tokoh besar nasional,” tukasnya.

Baca Juga:  Mendikbud, Mendagri, Menag Keluarkan SKB Menteri Terkait Seragam Sekolah

Iskandar menyampaikan, hal ini senada dengan pernyataan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono beberapa waktu lalu. Golkar mempunyai sembilan nama yang akan diajukan menjadi ketua MPR. Salah satunya adalah Bamsoet, tokoh senior Golkar Ridwan Hisjam, Agun Gunandjar, Ferdiansyah, Ace Hasan, Kahar Muzakir, Zainudin Amali, dan Melchias Markus Mekeng.

Dari kesembilan nama tersebut, Iskandarsyah menggaris bawahi satu nama, yakni Ridwan Hisjam, Ia menyebut, bahwa Ridwan memiliki pengalaman politik dan organisasinya sangat kuat.

“Dan saya yakini beliau cocok, selain ia sudah berpengalaman dan sangat senior di Golkar, pak Ridwan saya yakin bisa menyejukkan suhu panas politik yang ada didalam kubu 01 maupun 02,” tutup Iskandarsyah. (*PR)

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan