Berlangsung, Sidang Paripurna DPR Pengesahan RUU Ciptaker

  • Bagikan
IMG 20201004 WA0000 1
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja berlangsung di Gedung DPR,/ MPR, Senin, 5 Oktober, 2020.
Sidang berlangsung di tengah unjuk rasa buruh di berbagai tempat menolak RUU ini disahkan.

Hingga berita ini diturunkan sudah 5 fraksi yng menyetujui RUU Ciptaker disahkan menjadi UU antara lain Fraksi Gerindra, Golkar, Nasdem.
Dua fraksi tegasmenolak yakni Demokrat dan PKS.

DomaiNesia

Fraksi Demokrat mengatakan pembahasan RUU ini tidak diimbangi mekanisme pembahasan sehingga terburu- buru, cacat prosedur, hal- hal krusial tidak bahas komprehensif, dan tidak melibatkan banyak pihak terutama kalangan buruh.

“RUU ini berpotensi meminggirkan hak- hak kaum buruh,” kata juru bicara F Demkorat, Marwan Cik Asan. Karena itu Demokrat menolak disahkan.
Penolakan juga ditegaskan FPKS yang diwakili juru bicaraAmir Affa.

Baca Juga:  Koordinator Presidium Berganti, MN KAHMI Segera Gelar Rakornas III

PKS menghargai RUU panja yg memuat substansi bertentangan dengan semangat konsitusi.

Namun PKS menilai sejumlah ketentuan salam RUU Ciptakermasih.memuat substansi yg bertentangan dengan politik kebangsaan antara lain kebijakan yang mengarah pada liberalisasi SDA dengan memberikan kemudahan pada asing.
Kebijakan dalam RUU Ciptaker secara substansi merugikan pekerja dan.menguntungkan pebisnis, ini terlihat dari upah kerja.

FPKS banyak menerima masukan dan lapisan dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan memerhatikan itu FPKS mengatasnamakan RUU Ciptaker untuk ditetapkan sebagai UU.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad Baidowi mengatakan RUU Ciptaker dibahas dalam Rapat Paripurna DPR untuk diambil keputusan. DPR pun mempercepat penutupan masa sidang pertama pada 2020-2021.

Baca Juga:  Keluarga SBY Terima Kasih Pemakaman Berjalan Lancar

Baidowi mengatakan, dalam Rapat Pengganti Badan Musyawarah (Bamus) pada Senin disepakati penutupan Masa Sidang I Tahun Sidang I 2020-2021 akan dipercepat. Menurut dia, sebelumnya penutupan masa sidang tersebut dijadwalkan pada Kamis (8/10) namun dipercepat menjadi Senin (5/10).
“Tadi disepakati Bamus DPR karena laju Covid-19 di DPR terus bertambah maka penutupan masa sidang dipercepat. Maka mulai Selasa (6/10) tidak ada aktivitas lagi di DPR RI,” ujarnya.

Sebelumnya, Rapat Kerja (Raker) Baleg DPR RI bersama pemerintah dan DPD RI pada Sabtu (3/10) malam, memutuskan untuk membawakan RUU Ciptaker dalam Rapat Paripurna untuk disetujui menjadi UU. Dalam Raker tersebut, tujuh fraksi menerima RUU tersebut dibawa ke Rapat Paripurna untuk diambil keputusan, dan dua fraksi menolak yaitu Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan