Hilangkan Barang Bukti, Rest area KM 50 Ditutup – Bangunan Diratakan

  • Bagikan
muslim arbi
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Kasus terbunuhnya laskar FPI oleh polisi yang terjadi di rest area KM 50 Tol Cikampek, hingga saat ini masih gelap. Padahal banyak kejanggalan yang terjadi saat mulai diberlakukannya rekonstruksi dan berbagai pernyataan dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

Kejanggalan semakin bertambah ketika Rest Area KM 50 Tol Cikampek ditutup bahkan bangunannya diratakan, seakan ada upaya menghilangkan barang bukti pembunuhan enam Laskar FPI oleh polisi.

DomaiNesia

Hal ini mengundang pengamat politik Muslim Arbi turut mengomentari perilah ditutupnya Rest Area KM 50 Tol Cikampek, dimana tragedi berdarah itu terjadi.

“Rest area KM 50 sampai ditutup dan bangunan diratakan. Ini menunjukkan upaya menghilangkan barang bukti kasus pembunuhan enam Laskar FPI,” kata pengamat politik Muslim Arbi, sebagaimana dilansir Portalsurabaya.com, Ahad, 21 Februari 2021.

Baca Juga:  Tekiro Tools Raih Brand Choice Award 202

Menurut Muslim, kasus pembunuhan enam Laskar FPI tidak ada kemajuan sama sekali. “Polisi yang terlibat pembunuhan juga belum dijadikan tersangka. Ini peristiwa besar dan pelanggaran HAM berat di era Rezim Jokowi,” paparnya.

Menurut Muslim, kasus pembunuhan enam Laskar FPI merupakan catatan hitam pemerintahan Jokowi. “Sejarah akan mencatat di era Jokowi ada pembunuhan terhadap enam Laskar FPI,” jelas Muslim.

Pihak DPR yang mayoritas dikuasai partai penguasa juga hanya diam saja terhadap pembunuhan enam Laskar FPI. “DPR hanya dikuasai kalangan oligarki yang lebih mementingkan kekuasaan daripada rakyat,” pungkasnya. DBS/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan