Meski Protes Berdatangan, Gelombang Kedatangan WNA China ke Indonesia Tak Mampu Dibendung

  • Bagikan
WNA cina
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM–Gelombang kedatangan WNA China ke Indonesia tak terbendung meski telah banyak respon dan protes dari berbagai pihak. Mirisnya, mereka datang di tengah larangan mudik yang secara massif dilakukan pemerintah terhadap rakyat dengan alasan mencegah meningkatnya Covid.

Dalam sepekan ini gelombang WNA asal China menghiasi berita baik di media mainstream maupun media sosial.

DomaiNesia

Gelombang kedatangan pertama WNA China di Indonesia melalui Bandara Soetta , terjadi pada Selasa, 4 Mei 2021 sekitar pukul 14.55 WIB. Sebanyak 85 WNA China datang dengan pesawat carter China Southern Airlines.

Gelombang kedua WNA China, datang pada 6 Mei 2021. Tercatat 64 WNA China datang dengan pesawat Xiamen Air MF855.
Sabtu, 8 Mei 2021, sebanyak 157 WNA China kembali berdatangan ke Indonesia, menumpang pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387. Selain mereka, dalam penerbangan ini juga ikut 3 penumpang WNI.
Tiga gelombang ini datang melalui bandara Soekarno Hatta. Tak hanya di bulan Mei 2021 saja, sejak awal tahun 2021, para WNA ini sudah datang ke Indonesia.
“Pada Sabtu, 23 Januari 2021 telah mendarat pesawat China Southern Airlines dari Guangzhou dengan membawa 171 penumpang yang terdiri 153 WN RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan 18 WNI,” kata Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Ahmad, Nursaleh, Senin, 25 Januari 2021.

Pada akhir Juni hingga awal Juli 2020, 500 WNA asal China masuk ke Indonesia melalui Bandara Haluoleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Mereka tiba secara bertahap di Bandara Haluoleo untuk bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel yang berlokasi di Sulawesi Tenggara. Masuknya 500 WNA asal China itu juga terjadi di tengah larangan WNA dari seluruh dunia masuk ke wilayah Indonesia untuk mencegah penularan Covid-19. Baca
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan TKA China ini datang ke Sulawesi Tenggara dalam proyek persiapan industri litium baterai karena Indonesia belum siap mengerjakan proyek ini sendirian.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting mengatakan, seluruh WNA China yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Soetta, sudah memenuhi aturan keimigrasian.

Baca Juga:  Ratusan Karyawan L’Oreal Indonesia Tanam Pohon Mangrove

“Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan tujuan wisata,” katanya.

Respon Keras
Gelombang kedatanga TKA China ini menimbulkan berbagai reaksi dari berbagai pihak. Deputi Badan Komunikasi Strategis Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat Ricky Kurniawan mengatakan pemerintah telah bersikap tidak adil terhadap rakyat mengingat rilisnya edaran larangan mudik.

“Pemerintah berlaku tidak adil terhadap rakyatnya sendiri,” kata Ricky Kurniawan.

Putusan pemerintah memberikan izin WNA China mendatangi Indonesia saat rakyat dilarang mudik adalah langkah yang jahat. “Kita ini bangsa apa? Kok jahat sama rakyat sendiri,” ujar Ricky Kurniawan dalam akun Twitter-nya @RicKY_KCh.

Ricky juga mempertanyakan perbedaan sikap pemerintah terhadap WNA China yang ‘disambut’ dengan rakyat yang hendak mudik. “Kenapa yang disuruh putar balik hanya pemudik saja? Bagaimana dengan WNA China? Apakah disuruh putar balik ke negara asalnya juga?” ucap Ricky Kurniawan.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) telah mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah.

Masyarakat dilarang mudik selama H-14 lebaran, terhitung dari 22 April hingga 5 Mei 2021. Kemudian H+7 lebaran, yakni 18 Mei sampai 24 Mei 2021.
Ricky tentu saja merasa geram, apalagi setelah menjalani tes ulang Covid-19 tahap pertama di Indonesia, satu dari 85 orang WNA China beriniial HLY yang datang pada 4 Mei 2021 dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga:  Unilever Indonesia-PMI Kolaboasi Atasi Covid 19

Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, dan HLY yang semula menjalani karantina di Hotel Mercure Jakarta Batavia itu pun langsung dipindahkan ke Hotel Horison.
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, dibuat geram dengan kabar bahwa ada satu WNA China yang dinyatakan positif Covid-19 di antara 85 WNA lainnya yang baru saja tiba di Indonesia.
Tak hanya Ricky, politisi PKS, Mardani Ali Serra juga menyatakan ketidakmengertiannya terhadap sikap pemerintah.
Mardani mengaku bingung dengan sikap pemerintah dalam membuat kebijakan yang mengizinkan WNA China untuk masuk ke Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Pemerintah maunya apa sih? @kemenhub151,” ujarnya, di akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera.

Mardani juga mengkhawatirkan sejumlah pihak yang akan berpotensi tertular Covid-19 dari satu orang WNA China tersebut.

“Yg satu.pesawat, pramugari, pihak bandara, imigrasi yg berhubungan dengan mereka jadi potensi. Ampun deh,” tuturnya menambahkan.

Ketua Umum KNPI, Haris Pertama, juga dibuat geram dengan banyaknya warga negara asing yang bebas masuk ke Indonesia di tengah upaya pemerintah menghentikan penyebaran Covid-19 dengan larangan mudik lebaran.

Dalam keterangan tertulis, Haris Pertama menyinggung soal adanya warga negara asing atau WNA asal China dan India yang bisa masuk ke Indonesia.

“Warga negara India masuk… warga negara China masukkk…. terus virus Covid-19 sudah ga ada ya ???” ujar Haris dalam akun Twitter nya @knpiharis.

Haris Pertama juga mempertanyakan ha l itu kepadaJuru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, terkait begitu mudahnya WNA China ataupun India masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  Minta Jokowi Mundur, Ruslan Buto Ditangkap

“Gampang sekali masuk ke negara Indonesia ternyata. Bagaimana ini Bung @fadjroeL?” tutur ketua KNPI itu.

Sementara itu pengamat politik, Hendri Satrio, mempertanyakan kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah perihal target TKA China yang sudah dan akan masuk ke Indonesia.

“Sebetulnya target TKA asal China yang sudah masuk dan akan masuk ke Indonesia tu totalnya akan berapa ya? Masuknya bertahap tapi sering, pengen tau aja bu Menaker Ida Fauziyah,” tanya Hendri Satrio kepada Menaker Ida Fauziyah yang dikutip Galamedia dari akun Twitter pribadinya, @satriohendri, Minggu 9 Mei 2021.
Respon geram dan marah juga tertangkap dari cuitan Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu.

Menurut Said Didu, peristiwa masuknya WN China, yang berulang bahkan tetap terjadi di saat rakyat dilarang untuk mudik ke kampung halaman, akan membuat rakyat paham bahwa ada kuasa besar di balik hal tersebut.

Hanya mereka yang sangat kuat yang bisa mengkoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga untuk kompak meloloskan TKA China ke dalam negeri.

“Jika Kemenlu (Kedubes), Kemenkumham (Imigrasi), Kemenhub (izin penerbangan), Polisi (pengamanan) kompak ‘membantu’ masuknya TKA China di tengah melarang rakyat mudik, maka publik paham bahwa hanya yang sangat berkuasa yang bisa memerintah banyak instansi secara bersamaan,” katanya, Jumat, 7 Mei 2021.

Peristiwa ini, tambahnya, tidak boleh dianggap sepele. Apalagi berdasarkan catatan Said Didu, Palestina sebagai sebuah negara mengalami kehancuran setelah terjadi gelombang kedatangan tenaga kerja asing.

“Negara Palestina saat ini ‘hilang’ berawal dari masuknya tenaga kerja asing secara masif. Saya ulangi ‘masuknya TKA secara masif’,” tegas Said Didu lewat akun Twitter pribadinya. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan