Pleidoi Habib Rizieq: Denny Siregar dan BuzzerRp Istana Kebal Hukum

  • Bagikan
HRS3
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM– Habib Rizieq Shihab (HRS) menegaskan para pegiat media sosial pro pemerinat seperti Denny Siregar, dan para buzzerRp istanan kebal hukum. Perlakuan aparat keolisian terhadap mereka sangat berbeda dengan piak-pihak ayng berseberangan pendapat dengan pemerintah untuk kasus yang sama.

Hal itu diuangkapkan HRS dalam sidang pembacaan pledoi HRS di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021.
Menruut HRS, Denny Siregar sudah lama kerap dilaporkan oleh umat Islam ke aparat kepolisian karena kerap menebar hoax dan fitnah, namun anehnya sosok yang dikenal sebagai loyalis Jokowi dan Ahok itu tetap aman-aman saja hingga saat ini.

DomaiNesia

Beberapa hoax dan fitnah yang telah disebar oleh Denny Siregar selama ini antara lain soal Santri di Tasikmalaya, Hoax anggota FPI ditangkap Polisi di Cicalengka senjata tajam sama busur panah, supporter sepak bola membunuh sambil berzikir ‘Laa ilaha ilallah”, ambulans Pemprov DKI bawa batu untuk pendemo, hoax pengacara Habib Rizieq Shihab yaitu Munarman mau meledakan bom saat sidang Habib Rizieq Shihab, dan banyak lagi.

Baca Juga:  Rumah Sakit Apung Terus Bersinergis Membuka Akses Kesehatan Wilayah 3T

Denny Siregar sebagai buzzerRp yang dibayar Istana. Menurut HRS, Denny Siregar selalu dilaporkan tetapi tidak pernah dihukum.

“BuzzerRp bayaran Istana yang selama ini kebal hukum berkali-kali dilaporkan tapi tidak pernah diproses yaitu Denny Siregar,” kata HRS

HRS dituntut Jaksa Penuntut Umum denan 6 tahun penjara dalam kasus dugaan penyebaran hoax terhadap hasil tes swab di RS Ummi, Bogor.

Denny mengakui adanya perintah langsung dari atas untuk habisi HRS yang terungkap dalam , bunyi cuitannya sebagai berikut, ‘Sebenarnya doi awal2 masih berkelit untuk gak mau datang ke polis. Tapi tiba2 dengan perintah yang mengerikan ‘Habisi aja kalau dia ga mau datang. Kita capek nunggunya. Ini perintah dari atas langsung”.

Baca Juga:  Bayer Lepaskan Ekspor Kontainer ke 3000

“Jika cuitan ini benar, maka berarti memang ada rekayasa kasus saya dari penyidik kepolisian. Namun, jika cuitan ini tidak benar, maka berarti fitnah terhadap polisi yang mestinya Denny Siregar diproses dan ditangkap. Faktanya, Denny Siregar dibiarkan hingga saat ini, sehingga cuitannya tersebut menimbulkan berbagai asumsi negatif terhadap Institusi Kepolisian, bahkan terhadap Istana Presiden,” katanya.

HRS juga mengungkapkan sejumlah nama sebagai buzzerRp, seperti Abu Janda, Ade Armando, Eko Kunthadi, hingga Guntur Romli. Mereka disebut Habib Rizieq membuatnya yakin soal operasi intelijen hitam berskala besar.

Dalam kasus ini, Habib Rizieq dijerat dengan Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal yang sama juga menjerat Ratna Sarumpaet.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Wahyu Setiawan Tersangka Suap

“Tidak bisa dimungkiri bahwa kasus kebohongan Ratna Sarumpaet memang murni kasus kebohongan, di mana yang bersangkutan usai operasi wajah mengaku dianiaya orang, dan juga betul akibat kebohongannya tersebut telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tangan masyarakat, sehingga banyak tokoh nasional membuat pernyataan sikap keras membela Ratna dan mengecam pelaku penganiayaan, serta mendorong Polri dan DPR RI untuk bertindak, bahkan muncul aneka kecurigaan kepada berbagai pihak sebagai pelaku penganiayaan,” ucap Habib Rizieq.

“Namun untuk kasus-kasus pelanggaran prokes RS Ummi tidak sedikit pun ada unsur persamaannya dengan kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Kasus pelanggaran prokes RS Ummi adalah kasus pelanggaran administrasi, bukan kasus kejahatan pidana dan dalam kasus pelanggaran prokes RS Ummi tidak ada kebohongan dan tidak ada juga keresahan, apalagi keonaran,” imbuhnya. DBS/S2

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *