Habib Rizieq: Mendakwa Seseorang Karena Ikut Pesanan atau Tekanan adalah Ketidaksopanan yang Sesungguhnya.

  • Bagikan
Habib Rizieq Shihab Membacakan Dupliknya Dalam Sidang di Pengadilan Jakarta Timur.
Habib Rizieq Shihab Membacakan Dupliknya Dalam Sidang di Pengadilan Jakarta Timur.
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS.COM–Habib Rizieq Shihab (HRS) menegaskan perbuatan mendakwa seseorang hanya karena ikut pesanan atau tekanan adalah ketidaksopanan yang sesungguhnya.

Hal itu diungkapkan Habib Rizieq dalam pembacaa duplik yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis,17 Juni 2021.

DomaiNesia

Habib Rizieq merespon pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang sebelumnya. Dalam sidang sebelumnya jaksa mempertanyakan penggunaan kata-kata yang dinilai tidak pantas dalam pleidoi Habib Rizieq mulai dari dungu , hina, menjijikan, otak nyungsang dan lain sebagainya.

Jaksa juga menilai Habib Rizieq tidak sopan, mencari panggung karena isi pledoi melebar kemana-mana. Jaksa menuntut abib penjara 6 tahun.

Atas pernyataan Jaksa, Habib Rizieq menjawab pihaknya memang tidak sopan tapi hanya kepada terhadap orang-orang tertentu.

“Saya jawab untuk JPU yang sangat santun dan ramah serta sopan, bahwa memang kami tidak sopan kepada mereka yang menzalimi kami, dan kami memang tidak sopan kepada mereka yang ingin mencelakakan kami, serta kami akan lebih tidak sopan kepada mereka yang merongrong agama, bangsa dan negara,” kata Habib Rizieq.

Kendati tidak sopan, Habib Rizieq mengaku dirinya dan pengacara tidak pernah memutarbalikkan fakta untuk menyudutkan orang lain.

“Namun demikian ketahuilah wahai JPU yang baik hati, bahwa kami bersyukur kepada Allah SWT, Alhamdulillah, walau kami disebut tidak sopan, tapi kami tidak pernah jual beli kasus dan perkara, atau memperdagangkan pasal dan ayat hukum, atau memutar-balikkan fakta untuk mencelakakan orang lain,” kata Habib Rizieq.

Pihaknnya juga bersyukur karena tidka menyusahkan orang lain, tidak memeras, dan lain-lain.

“Dan kami juga bersyukur kepada Allah SWT, Alhamdulillah, bahwasanya walau kami disebut tidak sopan, tapi kami tidak pernah menyusahkan pedagang kecil dengan memperkarakan dan memenjarakannya hanya karena pesanan kami terlambat dikirim, dan kami juga tidak pernah memeras pegawai Pemerintah mau pun swasta serupiah pun, apalagi miliaran rupiah, hanya untuk memenangkan kasusnya,”lanjutnya

“Dan sekali lagi kami juga bersyukur kepada Allah SWT, Alhamdulillah, bahwasanya walau kami disebut tidak sopan, tapi kami tidak termasuk rombongan Jaksa yang diberhentikan oleh Jaksa Agung RI beberapa waktu lalu karena terlibat main proyek. Terima Kasih untuk Jaksa Agung RI,”katanya.

Ia juga menasehati jaksa agar tulus dan berani dalam menjalankan tugasnya serta . Sebagai penegak hukum, jaksa seharusnya tidak membawa dendam pribadi dalam menjalankan tugas.

“Sekadar nasihat untuk JPU yang tulus dan berani, ketahuilah sebagai seorang penegak hukum jangan membawa kebencian dan dendam pribadi untuk mencelakakan Terdakwa, apalagi membawa kebencian dan dendam orang lain terhadap Terdakwa. Seorang penegak hukum harus tulus menegakkan hukum tanpa membawa kebencian pribadi, dan seorang penegak hukum juga harus berani menolak pesanan dan tekanan dari pihak mana pun,” ujar Habib Rizieq.

“Ingat bahwa mendakwa seseorang hanya karena ikut pesanan atau tekanan adalah ketidaksopanan yang sesungguhnya!”tegasnya.

Picik, Naif, Penuh Sangka Buruk

Terkait pernyataan Jaksa yang menyebut dirinya mencari panggung, Habib Rizieq Shihab menyebut tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung sangat picik dan naif.

“Di sini JPU sangat picik dan naif dalam membaca persoalan, karena penuh dengan buruk sangka,” ucap Habib Rizieq

Padahal, kata Rizieq, tidak ada satu pun kalimatnya yang menghina mantan Menko Polhukam Wiranto, Kepala Bandan Intelijen Negera (BIN) Budi Gunawan, dan mantan Kapolri Tito Karnavian.

Sehingga, tudingan jaksa yang menyebutnya hanya cari panggung tidaklah tepat, apalagi peristiwa itu benar terjadi.

“Padahal justru saya dalam Pledoi halaman 20-21 sangat memuji sikap Wiranto dan BG serta Tito yang berjiwa besar sehingga mau membuka Pintu Dialog untuk Rekonsiliasi demi Persatuan dan Kesatuan NKRI,” tegas Rizieq.

 

BACA JUGA :Pleidoi Habib Rizieq: Membuat Kesepakatan dengan Tito Karnavian, Wiranto, dan Budi Gunawan

Dia amat memuji hasil kesepakatan yang kami capai sangat bagus.
“serta justru saya menyesalkan kalau kesepakatan yang sudah sangat bagus tersebut akhirnya berantakan hanya karena adanya operasi liar intelijen hitam,” katanya Rizieq.

Sebelumnya diberitakan, jaksa menyebut pernyataan Rizieq Shihab yang menyinggung pertemuannya dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian hingga berkomunikasi dengan eks Menko polhukam RI Wiranto tak ada kaitannya dengan kasus di persidangan. Bahkan, Rizieq disebut hanya cari panggung.

“Dalam pleidoi terdakwa menyampaikan cerita-cerita yang nggak ada kaitannya dengan fakta hukum, dengan menyebut beberapa nama, ada Budi gunawan, eks Menko polhukam RI Wiranto, kyai Maruf Amin yang kini jadi wapres RI atau jendral Tito karnavian, pasukan khusus TNI yang semua enggak ada hubungannya dengan fakta-fakta persidangan dengan perkara a quo,” ucap Jaksa dalam persidangan .

Selain itu, jaksa beranggapan cerita-cerita itu hanyalah untuk mencari perhatian semata. Sehingga, tidak patut untuk diberikan perhatian khusus.

Bahkan, cerita yang memaparkan kondisi Rizieq saat pelariannya di Arab Saudi itu hanya dianggap sebagai salah satu cara untuk menyalahkan pihak lain atas kasusnya.

“JPU menilai tak ada relevansinya. Cerita terdakwa- seakan-akan mencari panggung untuk menyalahkan pihak lain dan membenarkan secara sepihak yang dilakukan oleh terdakwa,” tandas Jaksa.

Habb Rizieq Shihab meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang dipimpin Khadwanto untuk membebaskan dirinya dalam kasus tes usap palsu di RS Ummi Bogor.

“Kini keyakinan majelis hakim menjadi penentu. Apakah majelis hakim yakin bahwa Habib Rizieq Shihab dan Habib Hanif Alatas serta Dr. Andi Tatat benar sebagai penjahat yang punya niat jahat dan bermufakat jahat untuk berbuat jahat secara bersama-sama, sebagaimana tuduhan jaksa sehingga patut dihukum pidana penjara?,” kata Rizieq saat membacakan duplik di PN Jakarta Timur, Kamis 17 Juni 2021.

Rizieq berkeyakinan dirinya adalah korban kezaliman politik bukan hukum. Maka dari itu, Rizieq yakin tidak bersalah dan merasa layak dibebaskan dari dakwaan.

“Majelis hakim yang mulia. Jika benar tiga kasus pelanggaran prokes yaitu Petamburan, Megamendung serta RS UMMI adalah murni hanya masalah prokes bukan masalah politik yang dibungkus dengan masalah hukum, mana mungkin sampai terjadi hal-hal yang sangat tragis yang menyertai semua kasus tersebut,” kat Habib Rizieq itu.

Hal-hal tragis tersebut antara lain penangkapan dirinya dan sang menantu, pemblokiran rekeningnya dan keluarga, dan pemblokiran 75 rekening pengurus Front Pembela Islam (FPI), pembubaran FPI oleh pemerintah, pelarangan atribut FPI, upaya penutupan pesantren miliknya, dan teror terhadap keluarga dan sahabatnya.

“Tragedi yang paling sadis adalah pembantaian enam pengawal saya dari Laskar FPI di KM 50,” kata Habib Rizieq. DBS/S1

 

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *