Permainan Kebiasaan

  • Bagikan
hikmatiyani
Cloud Hosting Indonesia

Oleh

Hikmatiyani Nastiti ST,MSi, CPNC
Professional Coach For Family.
Owner of Sekolah Bening Indonesia

DomaiNesia

Kebiasaan, satu kata yang dulu saya pikir tidak dapat diduga kapan itu terbentuk. Kebiasaan minum teh setiap pagi, makan berat saat sarapan, main games sebelum tidur, dan sebagainya. Entahlah muncul saat kapan, tiba-tiba kita sudah memiliki kebiasaan itu baik yang positif maupun negative.

Dulu saya berpikir bahwa kebiasaan itu adalah kerjanya alam bawah sadar. Jadi saya membayangkan betapa ajaibnya orang-orang yang dapat mengendalikan alam bawah sadar ini untuk membuat kebiasaan yang positif.

Saya menganggap merubah kebiasaan itu sulit dan mustahil? Mengapa? Ya itu tadi, terbentuknya entah kapan, saat terbentuk terasa tak bisa dikendalikan, lalu mau merubahnya dari mana dulu? Sebelumnya, saya berikan dulu definisi singkat apa itu kebiasaan. Kebiasaan adalah perilaku berulang yang dilakukan secara spontan tanpa dipikirkan.

Syukurlah baru-baru ini saya ikut kajian ilmu dari seorang Darmawan Aji. Baru saya paham, bahwa ternyata kebiasaan memiliki struktur. Artinya jika sudah memiliki struktur, ada pola yang runut dan itu berarti kita bisa melakukan perubahan terhadap struktur.

Baca Juga:  Membaca Arah Koalisi 2024

Pola ini membantu kita mengenali apa yang memicu munculnya kebiasaan, lalu respon yang kita lakukan karena pemicu tersebut, dan imbalan yang kita dapat. Mas Aji menyebutnya sebagai pola ABC.

Yuk kita coba lihat pola ABC ini . Saya bantu dengan membuat kalimat berikut.
Setiap bangun pagi, saya minum secangkir teh lalu saya merasa tenang.
Dalam kalimat tersebut, ada 3 kata kunci yaitu saat bangun pagi, minum , tenang. Jika kita melihat struktur atau polanya, maka yang dinamakan pemicu (A) adalah saat bangun pagi. Rutinitas (B) yang dilakukan minum teh? Imbalan (C) yang didapat perasaan tenang.

Contoh berikutnya. Saat saya stress, saya scrolling medsos dan perasaan saya bahagia.
Mari kita kembali bedah. Pemicu (A) adalah stress. Rutinitas (B) yang terjadi scrolling medsos. Imbalan yang didapat adalah tenang.

Silahkan dicoba dulu untuk mengenali pemicu, rutinitas dan imbalan. Pemicu itu adalah apa yang bisa mengingatkan kita untuk melakukan rutinitas tsb.
Pemicu itu adalah apa yang bisa mengingatkan kita untuk melakukan rutinitas tsb.
Karena selanjutnya kita akan mengotak atik struktur agar muncul sebuah perubahan. Apakah kebiasaan lama bisa hilang? Jawabannya adalah tidak. Maka perubahan yang dilakukan adalah dengan cara mengotak atik salah satu strukur tersebut hingga ada rutinitas baru yang dilakukan.

Baca Juga:  Batalkan Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara!

Lalu bagaimana membangun kebiasaan baru? Apakah kita bisa menggantinya dengan mudah? Ternyata kebiasaan yang baru tidak akan bisa diubah kecuali dengan satu hal , yaitu membangun kebiasaan baru lainnya. Hingga kebiasaan lama menjadi lemah karena tumpukkan kebiasaan baru yang dibangun semakin kuat.

Dari mana kita akan memulainya?
Cek rutininitas terlebih dahulu. Rutinitas baru apa yang ingin dibentuk?
Lalu cek pemicu. Pemicu itu adalah apa yang bisa mengingatkan kita untuk melakukan rutinitas tsb. Untuk mengisi pemicu, berarti kita bisa mengisi dengan waktu (kapan); Lokasi (Dimana); Kejadian (Jika saya melihat orang yang dulu pernah ngomongin saya), (jika setelah saya makan); Kondisi emosi; Orang lain (Saat bertemu orang yang saya kenal, saya akan mendoakan)

Baca Juga:  Kisruh Haji

Jadi struktur apa yang diubah? Rutinitas
Struktur apa yang dipertahankan ? Pemicu dan Imbalan.

Mari kita coba :
Pemicu : Bangun tidur
Rutinitas : Scrolling medsos
Imbalan : Senang
Rutinitas baru yang diinginkan : Murojaah 1 ayat

Pemicu : Pagi hari
Rutinitas : Ngobrol di grup
Imbalan : Bahagia
Rutinitas baru yang diinginkan : Merawat tanaman

Lalu , rangkailah pemicu dan rutinitas ke dalam 1 kalimat. Kalimat tersebut dinamakan Implementasi Intention.
Polanya adalah Jika ( situasi, sebelum, sesudah , saat ) maka saya (rutinitas).
Setelah bangun tidur, maka saya murojaah 1 ayat, dan perasaan saya senang.
Setiap pagi hari, saya merawat tanaman, dan perasaan saya Bahagia

Tercerahkan? Sangaaaat. Hal terakhir yang kita lakukan adalah mempertahankan rutinitas baru tersebut selama 3 bulan. Wow bagaimana caranya agar kita konsisten menjalankan selama 3 bulan? Sepertinya itu akan menjadi tema belajar selanjutnya.

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan